Photobucket

23 October 2010

Surat Terbuka untuk YTH Bapak Presiden Republik Indonesia

1 comments
Assalamualaikum wr wb. Bapak Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono Yang Terhormat. Bulan Ramadhan 65 tahun lalu, saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan tepat hari Jumat.

Ya... 65 tahun Indonesia telah merdeka, dan selama itu, bapak telah beberapa kali menyaksikan dan mengetahui bahwa Indonesia pernah dipimpin oleh beberapa penguasa, yang adil maupun yang dzalim. Dan sejak dulu kala, rakyat senantiasa memperhatikan tindak tanduk para penguasa itu, dan saat inipun rakyat akan dan selalu melakukan hal yang sama terhadap bapak, persis seperti saat itu, ketika bapak sedang mengamati dan memperhatikan tindakan-tindakan para penguasa sebelum bapak. Dan, seperti yang bapak ketahui, pada akhirnya nanti, rakyat pasti akan menilai kinerja bapak seperti yang pernah bapak lakukan saat menilai para penguasa terdahulu.

Kami begitu yakin, jika disuatu tempat, terdapat orang yang bijak, adil dan bersahaja, dan bisa dipastikan orang tersebut akan diketahui dengan baik oleh rakyat, karena Tuhan yang Esa, demi maslahat umat tidak akan menyembunyikan hamba-Nya yang saleh. Karena itu, janganlah dianggap lancang jika kami memohon kepada bapak untuk menjadikan amal saleh sebagai koleksi perbuatan yang terbaik. Mohon, sayangilah diri bapak untuk tidak mendekati perbuatan-perbuatan yang telah diharamkan atas bapak, percayalah bahwa menyayangi diri sendiri berarti mampu memilih dan memilah serta menyeimbangkan diri diantara apa yang sedang disukainya dan apa yang dibencinya.





Percayalah bahwa kami tidak akan pernah segan untuk memohon kepada bapak, agar hati bapak senantiasa welas asih, cinta kasih dan ramah tamah kepada rakyat. Seperti yang kami ketahui, bahwa rakyat adalah salah satu umat manusia di antara dua golongan; saudara bapak dalam agama, atau sama dalam ciptaan.

Benar, mereka mungkin seringkali melakukan kekeliruan dan kesalahan. Sahih, mereka mungkin acapkali berbuat salah dengan sengaja atau karena lalai. Namun, demi rakyatmu ulurkanlah kepada mereka ampunan dan maaf, sebagaimana yang bapak inginkan dan harapkan dari Tuhan, yaitu uluran tangan-Nya demi ampunan dan maaf-Nya. Benar, dan kamipun sadar, secara posisi, kedudukan bapak jauh di atas kami, karena bapak adalah pemimpin bagi kami. Maka bersyukurlah karena Tuhan yang Maha Kasih yang telah mengangkat bapak sebagai pemimpin kami melalui pemilu demokratis. Tuhan mengendaki bapak untuk mengurus dan membenahi tata kehidupan kami, kemakmuran kehidupan kami, dan disitulah Tuhan berkehendak untuk menguji bapak melalui kami, rakyatmu.

Bapak Presiden Yang Kami Cintai

Seperti yang telah kami tulis diatas, kami tidak akan pernah bosan memohon kepada bapak, berhati-hatilah dalam berkompetisi melawan Tuhan dan kebesaram Tuhan, atau jangan sekali-kali menyamakan diri dengan-Nya dalam kekuasaan dan keperkasaan-Nya, karena seperti yang bapak ketahui, Tuhan tidak akan pernah segan-segan menghinakan setiap pendakwa kuasa dan akan melemahkan setiap orang yang mengaku perkasa.

Mohon, tempatkan posisi rakyat pada tempat yang selayaknya, koruptor pada hukumannya, kerabat bapak pada posisinya serta orang-orang yang bapak cintai. Jika bapak tidak memperlakukan mereka secara adil dan bijaksana, maka saat itu bapak telah melakukan sebuah kedzaliman. Dan, jika seseorang telah melakukan kedzaliman terhadap hamba-hamba Tuhan, maka di belakang sana, adalah Tuhan sendiri yang menjadi penolong mereka. Dan, apabila seseorang menjadikan Tuhan sebagai lawan, maka Dia-lah yang akan meluluhlantakkan kekuatannya. Pendhalim itu akan di tetapkan Tuhan sebagai musuh yang memerangi-Nya sampai orang tersebut mau menghentikan kedzalimannya dan bersegera bertaubat. Tak ada hal yang lebih, tak ada sebab yang benar, sehingga karunia Tuhan hilang dan lenyap atau begitu cepat pembalasan-Nya selain seseorang tersebut secara terus menerus melakukan kedzaliman. Dan, sesungguhnya Tuhan Maha Mendengar doa orang-orang yang tertindas dan Tuhan senantiasa mengintai para penindas.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati

Perkenankanlah kami wadul melalui surat terbuka ini. Rakyat miskin pak.....mereka adalah kaum yang tidak mempunyai cukup modal, mereka adalah rakyatmu yang tidak memiliki apa-apa, mereka adalah rakyatmu yang tak memiliki kebanggaan kecuali mengetahui bahwa bapak adalah pengayom mereka, dan sekali lagi mereka adalah rakyatmu yang tak berdaya karena system yang membekap. Tahukah bapak bahwa ada diantara ribuan dari rakyatmu, terdapat para miskin yang menanggung sengsara dan memilih cara untuk diam, ada pula sebagian dari mereka yang bertahan hidup dengan cara mengemis? Bapak Presiden.... Kami mohon dan sekaligus menuntut, tolonglah mereka, mereka butuh perlindungan atas hak-hak mereka sebagai manusia, jika mereka tak layak disebut sebagai rakyatmu, sebagaimana Tuhan juga menuntut kepada Bapak untuk melindungi mereka. Tolonglah, untuk mereka, sisakan bagian dari anggaran negara, untuk melindungi mereka sebagai manusia.

Jika saat-saat ini, bapak mampu membebaskan para koruptor dari jeratan hukum, kenapa dan mengapa untuk membebaskan mereka yang papa, nampak sekali bapak terlampau tak berdaya?

Bapak Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono Yang Terhormat

Hak-hak mereka, kaum pinggiran ini, sungguh telah diamanatkan di pundak bapak. Mereka juga terlampau percaya menaruh harapan dan welas asih di punggung bapak. Karena itu, mohon kiranya, janganlah bapak biarkan ada dinding pemisah bentuk apa pun, tembok penghalang seperti apapun yang menahan sampainya keluh kesah mereka ke hadapan bapak. Udzur bapak sama sekali tidak diterima, tatkala bapak mengabaikan waktu-waktu penting untuk rakyatmu demi konsentrasi pada urusan orang-orang sok besar demi bisnis dan kidungmu. Maka, kami mohon jangan sekali-kali, jangan abaikan mereka, dan jangan palingkan wajah dari mereka demi pencuri harta bangsa yang durjana.

Tahukah bapak? Jika sebagian dari rakyatmu segan mendekatimu?, Jika sebagian dari gembel putra putrid bangsa, segan berkeluh kesah kepadamu?, Karena mereka terlalu tahu diri, penampilan mereka yang tak enak dan tak sedap dipandang akan merusak citramu, dan akan menampar muka orang-orang disekitarmu. Karena rakyatmu, adalah gembel rendahan dimata sebagian orang-orang yang saban hari menthawafimu.

Karena itu, mohon pilihlah jalan yang paling tengah dalam kebenaran, jalan yang paling merata dalam keadilan, dan jalan yang paling mencakup kepuasan rakyatmu dan orang yang senantiasa menthawafimu. Ketidakpuasan rakyatmu, akan mengakibatkan keinginan mereka yang mengitarimu tidak akan lagi ada arti apalagi kidung itu, dan percayalah, ketidakpuasan mereka yang mengitarimu akan tertutupi dengan kepuasan rakyatmu.

Bapak Presiden, mereka yang senantiasa terdepan dihadapan musuh-musuhmu adalah rakyatmu. Rakyatmulah yang menjadi pilar tegak dan runtuhnya negeri ini. Rakyatmulah yang senantiasa bersabar dalam menahan kesusahan hidup. Karenanya senantiasalah bersama mereka dan rasakan denyut dan desah kehidupan mereka.

Bapak Presiden, mereka yang selalu melimpahkan segala kekurangan dan aib rakyatmu, adalah sebagian dari mereka yang berputar menthawafimu. Merekalah yang senantiasa membuka aib dan membuka jurang pemisah antaramu degan rakyatmu. Padahal, bapaklah orang yang paling layak menutupi kekurangan dan aib itu. Jelas kami, rakyatmu sadar, bahwa dalam tubuh kami terdapat kekurangan dan aib, untuk itu, bapaklah yang paling patut untuk merahasiakan atau membeberkannya jika memang perlu.

Bapak Presiden, hapuslah segala benih dengki terhadap rakyatmu, tegas dan potonglah setiap akar permusuhan yang menjalar melilit disekelilingmu. Semoga bapak selalu waspada atas akibat dari sesuatu yang kelihatan tidak nampak, senantiasa bijak dalam menerima berita dan hasutan tentang rakyatmu dari orang sekelilingmu, karena mereka itu adalah penipu, walau ia menjelma seperti orang yang berhati madu. Untuk itu, mohon kepada bapak untuk memilih dan mengangkat orang-orang yang terpercaya, beriman dan sederhana demi rakyatmu.

Bapak presiden, rakyat miskinlah yang paling patut menerima perlakuan adil, bukan terpidana korupsi yang mendapat anugrah pengampunan, dan dalam waktu yang sama jangan lupakan pula hak-hak pendosa lain sebagai tanggungjawab dihadapan Tuhan.

Bapak Presiden Yang Kami Hormati

Mohon, bersabarlah atas kekakuan dan ketidakmampuan rakyatmu yang senantiasa menggerutu. Semoga Tuhan Yang Esa membentangkan rahmat-Nya di hadapan bapak dan rakyatmu, lalu memberi ganjaran kepada bapak sebagai imbalan ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang dapat bapak berikan kepada rakyat, maka, mohon berikanlah dengan ramah dan senyum. Namun, jika menurut bapak mereka tidak layak untuk itu, maka tolaklah dengan cara yang terbaik dan tanpa berdalih.

Bapak Presiden, seperti yang bapak ketahui, rakyatmu terdiri dari berbagai golongan, ras, bangsa dan bahasa. Masing-masing golongan itu mustahil akan mampu bertahan untuk hidup, kecuali dengan bantuan sesama, satu dengan lainnya senantiasa saling membutuhkan. Karenanya, senantiasa bimbinglah rakyatmu agar masing-masing menemukan fungsi dan jati dirinya.

Bapak Presiden Yang Terhormat

Keadilan adalah buah hati dan hadiah terbesar bagi para pemimpin untuk rakyatnya, tegaknya keadilan di tengah masyarakat, adalah cermin kecintaan pemimpin atas rakyat. Namun, percayalah pak, kecintaan akan terwujud tatkala para pemimpin berhati bersih. Pun ketulusan rakyat akan terwujud jika para pemimpin dengan tulus melindungi hak-hak mereka, serta tidak menaruh beban berat di pundaknya, semoga bapak menerima kenyataan ini dengan segenap ketulusan, sehingga rakyat tidak akan menunggu-nunggu, kapan berakhir masa jabatan bapak.

Untuk itu, usahakanlah untuk berlapang dada dengan menaruh harapan dan cita-cita untuk rakyat.

Bapak Presiden, saya akan sudahi keluh kesah dan harapan ini, dan tidak akan kami perpanjang lagi. Bukan karena kapok, tapi terlampau keluh rasanya lidah ini. Kami hanya bisa mengatakan, semua perkara dan segala urusan, senantiasa akan disingkapkan di hadapan bapak, dan bapaklah orang yang paling bertanggungjawab menjawabnya. Apa tindakan bapak untuk mengatasi problematika orang-orang yang tertindas di negeri ini? Dan apa balasan yang akan bapak timpakan terhadap para penindas di negeri ini?

Untuk terakhir kalinya, sekali-kali perlulah bapak menengok dan mengingat kembali keadaan serta nasib yang pernah berlangsung pada orang-orang yang sudah mendahului bapak, entah dari pemerintah, dari kabilah dan orang-orang besar atau rakyat jelata. Atau sempatkanlah untuk membaca dan menengok kembali perintah dan larangan wajib yang terkandung dalam Kitab Tuhan.

Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, di bulan Ramadhan penuh berkah ini, kami berdoa memohon dengan rahmat-Nya yang tak terbatas, dengan keagungan kekuasaan-Nya dalam memberikan kebaikan yang tak terhingga, semoga Tuhan mengampuni kita semua, semoga Tuhan memberikan kemakmuran, keadilan dan peninggian kemuliaan di atas tanah yang belum merdeka, dan semoga Tuhan berkenan menerima keadaaan kita untuk menjalani kematian dengan kematian yang terbaik.

Sesungguhnya kita dari-Nya, dan kelak kita akan kembali kepada-Nya. Akhirnya, semoga Tuhan mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada para pahlawan yang telah memerdekakan tanah negeri ini.

Amin ya Rabbal Alamin...

Wassalam wr wb

Berita Utama

Economy NEWS